Apa
itu virtualbox? Virtualbox adalah salah satu software yang digunakan untuk
membuat virtual komputer, sehingga dimungkinkan kita bisa menginstall lebih
dari 1 OS dalam 1 komputer. Dengan memakai virtual komputer kita bisa
mempelajari jaringan yang ada dan mempelajari kinerja suatu OS sebelum kita
melakukan keputusan untuk menjadikannya sebagai dual boot. Di sini kita akan
mengenal Host OS dan guest OS. Host OS adalah OS asli yang sedang kita pakai ,
guest OS adalah OS virtual box anda.
Bagaimana
cara menginstal Linux menggunakan Virtual Box?
Linux
(diucapkan ˈlɪnəks atau /ˈlɪnʊks/) adalah nama yang diberikan kepada sistem
operasi komputer bertipe Unix. Linux merupakan salah satu
contoh hasil pengembangan perangkat lunak bebas dan sumber terbuka utama.
Seperti perangkat lunak bebas dan sumber terbuka lainnya pada umumnya, kode sumber
Linux dapat dimodifikasi, digunakan dan didistribusikan kembali secara bebas
oleh siapa saja.
Linux adalah sistem operasi berbasis UNIX. Mengapa
berbasis UNIX? Dikatakan demikian karena Linux dikembangkan berdasarkan standar
yang dimiliki oleh UNIX, dengan kata lain Linux ini merupakan turunan dari
UNIX.
Linux
merupakan sistem operasi yang bersifat multi user dan multi tasking.
Artinya lebih dari satu user dapat masuk ke Linux yang sama pada waktu yang
sama dan aplikasi yang berbeda. Linux juga multi-tasking, artinya user dapat
mengeksekusi lebih dari satu proses (program) pada waktu yang sama.
Macam-macam OS Linux
Distro Linux (Singkatan dari distribusi Linux) adalah sebutan untuk sistem
operasi komputer dan aplikasinya, merupakan keluarga Unix yang menggunakan
kernel Linux.
Distribusi Linux bisa berupa perangkat lunak bebas dan bisa juga berupa
perangkat lunak komersial.
1. Red Hat Linux
RedHat Linux merupakan salah satu GNU/Linux yang tergolong sudah tua,
menawarkan kemudahan, mode tampilan yang sepenuhnya grafis mulai saat
instalasi, dan pemakaian yang ramah. Versi terakhir Red Hat adalah Distribusi
RedHat Linux 9.0, ini merupakan versi stabil dan perbaikan serta peningkatan
administrasi sistem yang dilengkapi dengan desktop manager terbaru seperti KDE
3.1 dan GNOME 2.2 dan aplikasi terbaru seperti grafis GIMP 1.2.3, OpenOffice,
KOffice, Diagram, aplikasi Multimedia Player, dll. Kemudahan penggunaan yang
ditawarkan RedHat Linux 9.0 hampir sama dengan lingkungan yang disediakan oleh
sistem operasi Windows. Kemudahan tersebut antara lain dalam melakukan
instalasi software, pengenalan deteksi hardware, konfigurasi dan pengelolaan
sistem dan harddisk, serta penggunaan aplikasi-aplikasi yang semuanya dapat
dilakukan dengan sangat mudah dan didukung dengan menu grafis serta perintah
yang gampang untuk diikuti.
2. Debian Linux
Salah satu distro
Linux, dari websitenya saja (.org), tampak kalau distro ini sebetulnya tidak
mengedepankan sebagai suatu distro yang komersial. Debian linux merupakan hasil usaha para sukarelawan untuk membuat distro
dengan kualitas tinggi dan nonkomersial. Keunggulan menggunakan Debian adalah
mudah di-upgrade, depedensi paket didefinisikan dengan baik, dan dikembangkan
secara terbuka. Merupakan satu-satunya distro yang dikembangkan bersama-sama
melalui Internet dengan lebih dari 400 pengelola paket menggarap lebih dari
1500 paket dalam mengembangkan Debian. Merupakan distro yang sangat dinamis.
3. Mandrake Linux / Mandriva
Salah satu
distribusi Linux, lahir diinspirasi oleh RedHat Linux, dengan banyak
pengembangan dan aplikasi prakonfigurasi sehingga memudahkan untuk para pemula,
baik dari proses awal instalasinya yang berbasis Xwindow, sampai penggunaannya
dan didukung oleh berbagai bahasa. Di dalam Mandrake, semua paket telah
dikompilasi dengan optimasi CPU untuk kelas Pentium (intel, amd, cyrixm
winchip) dan prosesor di atasnya dan menghasilkan optimasi lebih dari 30%.
Menggunakan paket manajer disebut urpmi. Sampai versi 8.0 masih menggunakan nama mandrake, versi 8.1 – 9.2
menggunakan nama mandriva.
4. SuSE Linux
Salah satu
keunggulan utama dari OpenSUSE dibandingkan distro Linux lainnya adalah
kelengkapan pustaka dan berlimpahnya software yang disertakan. Bersama Red Hat, SUSE adalah distro Linux versi awal yang terus bertahan
dan berkembang hingga sekarang. Fiturnya antara lain : instalasi berbasis
menu(CD-ROM), disket boot modular, ratusan halaman buku referensi, dan YAST,
tool admnistrasi dalam SuSe. Mendukung kartu grafis baru dan mode demo secara
langsung. Paket SuSe dinamakan SPM(SuSe Package Manager). SUSE merupakan distro
Linux yang stabil, mudah dalam melakukan deteksi perangkat keras, mudah
dikelola dan didukung penuh oleh komunitas pengembang di seluruh dunia serta
memiliki dukungan sponsor dari perusahaan besar.
5. Xandros Linux
Xandros Linux adalah sebuah distro Linux yang berdasarkan pada sistim KDE. Tampilannya sangat mirip dengan Microsoft Windows, jadi apabila
dioperasikan sangat mudah dan nyaman. Selain itu pun, sistim operasi ini pun
murah. Di toko-toko, CD LinuXandros biasa dijual dengan harga kurang lebih
15.000 - 30.000 Rupiah. Sistim operasi
ini pun sangat user-friendly dan tidak menyulitkan bagi para pemula.
Saat ini, Xandros telah mencapai versi 4.
6. Gentoo Linux
Gentoo Linux adalah suatu distribusi Linux yang memakai
paket sistem manajemen Portage. [Debian yang menggunakan paket .deb, RedHat /
Mandrake yang menggunakan paket .rpm]. Manajemen paket ini dirancang untuk
modular (mudah ditambah-tambah), portabel (dapat di port ke distro lain), mudah
ditata, fleksibel, dan dioptimalkan untuk masing-masing komputer pengguna. Nama
proyek pengembangan dan produknya diambil dari jenis penguin bernama Gentoo. Distribusi yang mempunyai keunikan tersendiri
dan dapat dioptimisasi dan dikustomisasi untuk hampir segala jenis aplikasi
atau kegunaan. Konfigurasi yang sangat ekstrim, dukungan dari sesama user dan
developer yang sangat bagus adalah salah satu kelebihan Gentoo. Berkat adanya
teknologi bernama Portage, Gentoo Linux dapat menjadi server yang aman, sistem
develop, profesional desktop, game sistem, solosi buat 'embedded' atau apa pun
sesuai yang kita ingini. Knoppix
Linux
Knoppix adalah distro Linux live-cd yang dapat
dijalankan melalui CD-ROM tanpa instalasi
di hard disk. Distro ini berbasis Debian Linux dan diciptakan
oleh Klaus Knopper. Knoppix memiliki ragam aplikasi yang cukup lengkap dan
dapat dipergunakan sebagai demo atau sarana belajar Linux bagi yang belum
mempunyai ruang pada hard disknya. Knoppix juga dapat dipergunakan sebagai CD rescue. Kelemahan dari Knoppix
adalah diperlukannya memori yang besar untuk menggunakan modus grafisnya yaitu 96 MB
walaupun bisa juga dijalankan pada memori 64 MB dengan swap pada hard disk.
7. Ubuntu Linux
Ubuntu adalah salah satu distribusi Linux yang berbasiskan
pada Debian. Proyek Ubuntu
disponsori oleh Canonical Ltd (perusahaan
milik Mark Shuttleworth). Nama
Ubuntu diambil dari nama sebuah konsep ideologi
di Afrika Selatan.
"Ubuntu" berasal dari bahasa kuno Afrika, yang berarti "rasa
perikemanusian terhadap sesama manusia". Versi terbaru adalah 8.10, dengan
beberapa kelebihan yaitu : Settingan
Network Manager lebih mudah, dapat membuat Startup Disk di USB Flashdisk, Unmount
media lebih mudah, versi desktop Gnome 2.24.1.
8. Fedora
Fedora (sebelumnya bernama Fedora
Core, terkadang disebut juga dengan Fedora Linux) adalah sebuah distro Linux
berbasis RPM dan yum yang dikembangkan oleh Fedora
Project yang didukung oleh komunitas pemrogram serta disponsori oleh
Red Hat.
Versi terbarunya adalah Fedora 10, yg memiliki beberapa kelebihan yaitu :
desktop GNOME 2.24.1, KDE 4.1.2, OpenOffice 3.0,
Firefox 3.0.4, Linux 2.6.27.5, X.org-X-Server 1.5.3,
Glibc 2.9 dan RPM 4.6. Banyak fitur baru seperti versi 'Glitch-Free'
untuk PulseAudio, sistem Security, Audit dan Intrusion-Detection Sectool,
PackageKit-Framework, software konfigurasi printer dengan fitur baru dan
dukungan untuk Adhoc-Network/Connection Sharing melengkapi NetworkManager,
menjadikan Cambridge sebagai salah satu distro dengan fitur terdepan yang
dipastikan akan diikuti distro-distro lainnya.
9.
Free BSD
FreeBSD adalah
sebuah sistim operasi komputer berbasiskan 4.4BSD-Lite2, sebuah versi dari UNIX
yang dikembangkan oleh University of California di Berkeley. Sebuah bagian
penting dalam sistim operasi FreeBSD adalah koleksi Ports, yang saat ini
memiliki jumlah 8.633 buah dari aplikasi UNIX yang populer digunakan. Koleksi
ports memberikan otomatisasi proses porting aplikasi untuk digunakan pada
sistim FreeBSD. FreeBSD memiliki stabilitas tinggi sistem operasi, open source
dan mendukung penuh teknologi networking TCP/IP.
10. CentOS
CentOS adalah sistem
operasi bebas yang didasarkan pada Red Hat
Enterprise Linux (RHEL). Proyek ini berusaha untuk 100% binari
kompatibel dengan produk hulunya (RHEL). Arsip perangkat lunak tambahan menyediakan versi terbaru paket-paketnya,
berbasis paket RPM. CentOS singkatan dari Community ENTerprise Operating
System (Sistem Operasi Perusahaan buatan Komunitas/Masyarakat). Salah satu
kekurangan CentOS adalah sedikitnya sistem file yang didukung oleh kernelnya,
antara lain CentOS tidak bisa membaca ReiserFS dan NTFS.
11. Turbo Linux
TurboLinux
menargetkan pada produk berbasis Linux dengan kinerja tinggi untuk pasar
workstation dan server terutama untuk penggunaan clustering dan orientasinya ke
perusahaan. Beberapa produk-produknya: TurboLinux Workstation untuk
dekstopnya, TurboLinux Server untuk backend server dengan kinerja tinggi
terutama untuk penggunaan bisnis di perusahaan, e-commerce dan transaksi
B2B (Business-to-Business).Salah satu produknya TurboCluster Server
ditargetkan untuk pembuatan server cluster yang berskala luas dan dapat
digunakan 25 cluster node atau lebih. Salah satu aplikasinya yang berbasis pada
konsep sederhana dan powerful yang dinamakan ' parametric execution'.
enFuzion akan merubah jaringan komputer perusahaan menjadi super computer
dengan kecepatan tinggi dan ' fault tolerant'. Pengguna produk dan
layanan TurboLinux terbanyak adalah perusahaan dan perorangan di Jepang dan
Asia.
12. Linux Mint
Linux Mint adalah sistem operasi berbasis Linux untuk PC. Inti dari LinuxMint adalah Ubuntu, sehingga
aplikasi yang dapat berjalan di Ubuntu, juga bisa
berjalan pada LinuxMint. LinuxMint dilengkapi dengan pencarian dan aplikasi
favorit. LinuxMint sudah terintegrasi dengan codec multimedia yang umum
digunakan dan terintegrasi Java Runtime. Distro ini memiliki kelebihan dalam tampilan desktop yang
simple dan management yang sangat mudah untuk dipelajari PCLinuxOS
Distro linux ini
di desain untuk memudahkan pengguna linux pemula untuk menginstalnya. Di dalam
packagenya di isi dengan aplikasi - aplikasi yang banyak di gunakan seperti Open
Office (aplikasi perkantoran), Amarok ( buat muter lagu-lagu MP3), MPlayer untuk memutar video, Gimp
(Photoshop versi Linux) buat desain grafis, juga game (untuk base install belum
ada, tapi kita bisa instal via synaptic). adalah kemampuannya mengenali
hardware. Baik soundcard, VGA, dan TV Tuner saya . Jadi, setelah install kita
nggak perlu cari-cari drivernya, kecuali kalau ingin mengaktifkan fasilitas 3D
nya.
13. Sabayon Linux
Sabayon linux
adalah live DVD berbasis Gentoo Linux. Walaupun di release dalam live DVD namun
tetap dapat di install ke dalam harddisk. Berasal dari Trentino, Italia dan
dinamakan mengikuti sebuah hidangan penutup Italia yang disebut Sabayon.
Sabayon dibuat dari telur kuning, gula dan alkohol manis.Dari segi tampilan,
Sabayon memiliki ciri khas tersendiri, dengan warna merah hitam dan logo tapak kaki ayam. Namun kebanyakan themes dan wallpapernya masih bawaan KDE yang bisa
dikustomisasi, dan dengan setting Compiz/Beryl yang mudah diaktifkan.
14. Damn Small Linux (DSL)
Damn Small Linux seperti namanya merupakan linux yang berukuran ringan,
hanya 50MB sehingga dapat diinstall dikomputer yang
sudah tua atau bahkan dijalankan melalui USB. Dikatakan ringan karena aplikasi
- aplikasi yang diusungnya adalah program - program kecil namun powerfull.
Sebagian besar adalah aplikasi berbasis GTK. Selain bisa berfungsi untuk
pemakaian desktop, DSL juga bisa berfungsi sebagai server kecil karena telah
dilengkapi aplikasi semacam http server, ssh server dan ftp server. Distribusi
ini juga bisa diinstall pada harddisk atau Flashdisk. Proses instalasinya tidak
perlu manual, karena scriptnya telah disediakan dalam distribusi ini.
15. Linspire
Linspire, dahulunya LindowsOS, adalah sistem operasi komersial (tidak gratis) berbasis Debian dan kemudian Ubuntu[1] . Linspire diterbitkan oleh Linspire, Inc. Linspire membundel
piranti lunak, driver dan codecs proprietary yang tidak memiliki alternatif
handal di pihak Open Source. Termasuk yang dicontohkan adalah yang terkait
dengan MP3, Real, Java, Flash, ATI, nVidia, WiFi, dan banyak lain. Linspire 6.0
disebut sebagai Linux pertama yang mengandung teknologi Microsoft seperti
Windows Media, True Type Fonts, dan juga penerjemah Open XML sehingga
OpenOffice bisa membuka dan menyunting format Microsoft Word .docx alias Office
Open XML (OOXML).16. Freespire
Freespire merupakan edisi asal Linspire yang dikembangkan bersama
komunitas dan di sponsori oleh Linspire. FreeSpire adalah Linux yang mengandung
baik komponen open source maupun free software lainnya (community driven,
freely distributed, open source code, etc.), tapi memberi peluang kepada
pengguna untuk menambahkan pilihan software seperti proprietary codecs, drivers
dan aplikasi yang dibutuhkan.. Setelah sempat
berbasis Ubuntu, freespire kembali ke basis Debian. Tapi tetap "sharing
repository" dgn ubuntu.
17. Zencafe
Zencafe GNU/Linux
atau singkatnya Zencafe, adalah salah satu anggota keluarga distro Zenwalk.
Zencafe dikembangkan di Indonesia didisain khusus untuk kebutuhan WarNet
(Warung Internet) dan telah menjadi pelopor distro Internet Cafe berkiprah
Internasional. Zencafe dipoles sedemikian rupa agar mudah digunakan, meskipun
untuk pemakai yang tidak memiliki pengetahuan teknis. Termasuk didalamnya
autorecovery dan internet cafe management software / billing system.
18. Trustix Merdeka
Trustix
Merdeka, merupakan sebuah distribusi Linux untuk desktop dengan
mengambil basis Trustix Secure Linux. Dengan penekanan pada security,
paket-paket aplikasi yang disertakan di dalam Trustix Merdeka merupakan paket
pilihan, dengan auditing yang cukup ketat untuk setiap sumber yang disertakan. Distribusi Made in Indonesia ini bertujuan
lebih dari sekedar distro Linux saja. Ditargetkan menjadi jalur komunikasi masyarakat Linux
dan IT. Bahasa Indonesia yang digunakan dapat dikatakan sebagai faktor
pemersatu. TM berisi kumpulan artikel tentang Linux, dan membuka
siapapun yang ingin berkontribusi. Tiap programmer di Indonesia dapat
menyertakan program buatannya, dan didistribusikan secara masal bersama TM.
19. BlankOn
BlankOn Linux adalah distro Linux yang dikembangkan oleh Yayasan Penggerak Linux Indonesia
(YPLI) dan Komunitas Ubuntu Indonesia demi menghasilkan distro Linux yang sesuai dengan kebutuhan pengguna
komputer umum di Indonesia. Dengan menghadirkan filosofi, kemudahan, dan
kehandalan yang ditawarkan Ubuntu Linux sebagai distribusi aslinya, BlankOn
Linux dikembangkan secara terbuka dan bersama-sama untuk menghasilkan distro
Linux khas Indonesia, khususnya untuk dunia pendidikan, perkantoran dan
pemerintahan.
Ada banyak sekali
distro Linux maupun variant (turunan)nya. Distro lain dari Indonesia yaitu Igos.
Distro Linux Live
CD yg lain: gNewSense, AdiOS, Agnula, AntiX,
Arabian Linux, Arudius, Austrumi, Belenix, Berry Linux, BESTIX dan masih
banyak lagi yg lain.
Langkah
– langkahnya Install Linux di virtualbox sebagai berikut :
1. Buka Aplikasi Vbox yang sudah kita install,
kemudian klik New.
2. Klik Next
3. Isi
nama OS yang akan di install, kemudian pilih tipe OS dan distro yang ingin kamu
install. Lalu klik Next.
4.
Tentukan
besar memori (RAM) yang digunakan untuk virtualboxnya dan sesuaikan dengan
kebutuhan. Kemudian klik next.
5.
Pilih create new hard disk jika belum ada
hardisk yang kits buat di Vboxnya. Jika sudah ada pilih Use existing hard disk.
Kemudian klik next.
6.
Lalu
pilih tipe Virtual yang akan digunakan, karena kita menggunakan Vbox maka pilih
VDI. Kemudian klik next.
7. Pilih
Dynamically alocated sehingga ukuran virtual disk file bisa diubah – ubah, jika
ingin tetap pilih fixed size. Kemudian klik next.
8. Lalu
tentukan besar ukuran file untuk OS linux di Vbox. Kemudian klik next.
9. Lalu
klik Create untuk membuat Virtual Disk baru.
10. Selamat
kamu berhasil membuat Virtual linux di windows kamu. Kemudian klik Start.
Sumber :