Senin, 19 Mei 2014

TINJAUAN PUSTAKA "RANCANG BANGUN ALAT MONITORING PERTUMBUHAN TANAMAN KARET"


TINJAUAN PUSTAKA

RANCANG BANGUN ALAT MONITORING UNTUK PERTUMBUHAN TANAMAN KARET

Karet
Karet adalah polimer hidrokarbon yang terkandung pada lateks beberapa jenis tumbuhan. Sumber utama produksi karet dalam perdagangan internasional adalah para atau Hevea brasiliensis (suku Euphorbiaceae). Beberapa tumbuhan lain juga menghasilkan getah lateks dengan sifat yang sedikit berbeda dari karet, seperti anggota suku ara-araan (misalnya beringin), sawo-sawoan (misalnya getah perca dan sawo manila), Euphorbiaceae lainnya, serta dandelion. Pada masa Perang Dunia II, sumber-sumber ini dipakai untuk mengisi kekosongan pasokan karet. Sekarang, getah perca dipakai dalam kedokteran (guttapercha), sedangkan lateks sawo manila biasa dipakai untuk permen karet (chicle). Karet industri sekarang dapat diproduksi secara sintetis dan menjadi saingan dalam industri perkaretan.

Karet (termasuk karet alam) merupakan kebutuhan yang vital bagi kehidupan manusia sehari-hari, hal ini terkait dengan mobilitas manusia dan barang yang memerlukan komponen yang terbuat dari karet seperti ban kendaraan, conveyor belt, sabuk transmisi, dock fender, sepatu dan sandal karet.
Kebutuhan karet alam maupun karet sintetik terus meningkat sejalan dengan meningkatnya standar hidup manusia. Kebutuhan karet sintetik relatif lebih mudah dipenuhi karena sumber bahan baku relatif tersedia walaupun harganya mahal, akan tetapi karet alam dikonsumsi sebagai bahan baku industri tetapi diproduksi sebagai komoditi perkebunan. Pertumbuhan ekonomi dunia yang pesat pada sepuluh tahun terakhir, terutama China dan beberapa negara kawasan Asia-Pasifik dan Amerika Latin.
Selain dapat diambil lateksnya untuk bahan baku pembuatan aneka barang keperluan manusia, sebenarnya karet masih memiliki manfaat lain. Manfaat ini walaupun sekedar sampingan tetapi memberi keuntungan yang tidak sedikit bagi pemilik perkebunan karet. Hasil sampingan lain dari tanaman karet yang memberi keuntungan adalah kayu atau batang pohon karet. Biasanya tanaman karet yang tua perlu diremajakan dan diganti dengan tanaman muda yang masih segar dan berasal dari klon yang lebih produktif. Tanaman tua yang ditebang dapat dimanfaatkan batangnya atau diambil kayunya.
PENYAKIT PADA TANAMAN KARET
Jenis penyakit yang menyerang tanaman karet adalah
1.     Penyakit akar yaitu jamur akar putih (JAP)
2.     Penyakit bidang sadap mouldyrot, kanker garis, kering alur sadap,
3.     Penyakit batang dan cabang yaitu jamur upas, nekrosis kulit dan
4.     Penyakit daun Colletotricum gloesporioides, Oidium heveae dan Corynerpora cassiicola.

PEMELIHARAAN TANAMAN KARET
(a) Penyisipan
Penyisipan terhadap tanaman yang mati sampai dengan umur 3 tahun di lapangan dapat dilakukan.
(b) Pemangkasan
Untuk mendapatkan batang dan bidang sadap yang mulus dan lurus perlu dilakukan pembuangan tunas-tunas yang tumbuh di batang sampai ketinggian 2,8 m dari permukaan tanah. Pada saat pemangkasan , batang jangan dibengkokkan dan pemangkasan rutin dilakukan setiap dua minggu.
(c) Penyiangan
Untuk mendapatkan penutupan tanah oleh kacangan secara sempurna, dilakukan penyiangan baik di areal gawangan maupun di areal stripan tanaman karet .
(d) Pemupukan
Pemupukan tanaman karet pada saat TBM ( Tanaman Belum Menghasilkan) bertujuan untuk mempercepat pertumbuhan tanaman sehingga tanaman seragam jagur dan akhirnya masa TBM singkat dan produksi pada awal penyadapan menjadi tinggi.

PERANCANGAN ALAT
Perancangan adalah kegiatan awal dari suatu rangkaian kegiatan dalam proses pembuatan produk. Pada tahap perancangan tersebut dibuat keputusan-keputusan penting yang mempengaruhi kegiatan lain yang menyusulnya. Dalam melaksanakan tugas merancang, perancang memakai dan memanfaatkan ilmu dasar, hasil- hasil penelitian, informasi dan teknologi, yang semuanya dalam versi pengembangan dan kemajuan yang mutakhir.

Dalam proses perancangan akan menggunakan :
1. Pengetahuan tentang perancangan
2. Semua pengetahuan yang terkait dengan produk dan pembuatan produk yang sedang dirancangnya.

  Oleh karena tanaman karet merupakan tanaman yang masih membutuhkan perhatian lebih, maka ingin dibuatlah sebuah rancang bangun alat monitoring pertumbuhan tanaman karet agar tanaman karet dapat tumbuh lebih subur dan hasil produksi bisa terus meningkat. Kekurangan unsur zat hara yang penting untuk tanaman karet menyebabkan produksi karet menjadi menurun, kemudian dari sinilah ingin bisa mendesain alat agar dapat memonitor secara otomatis pertumbuhan tanaman karet.
  Desain alat rancang bangun monitoring pertumbuhan tanaman karet adalah dengan menggunakan sensor, diantaranya adalah sensor suhu, sensor kelembaban, sensor sinar, sensor tekanan, dan sensor mekanis. Kemudian menggunakan mikrokontroller yang dapat membantu memonitoring alat ini serta pemrograman agar alat ini bisa berjalan.
Pemecahan masalah harus memperhatikan kriteria-kriteria dalam perancangan, secara umum kriteria tersebut dikelompokkan menjadi dua macam yaitu :

1. Kriteria wajib yaitu ketentuan yang harus dipenuhi dalam rancang bangun ini adalah sebagia berikut :
1. Mampu memonitoring pertumbuhan tanaman karet.
2. Mampu memberikan asupan unsu zat hara yang penting untuk tanaman karet.
3. Alat dapat bekerja secara otomatis.
4. Hasil produksi karet dapat lebih berkualitas.

2. Kriteria harapan yaitu ketentuan yang diinginkan terdapat pada hasil rancang bangun ini sebagai berikut:

1. Perawatan dan perbaikan mudah.
2. Komponen-komponen yang dibutuhkan oleh alat diharapkan dapat dengan mudah didapat di pasaran atau dibuat dengan biaya yang terjangkau.
4. Penampilan atau estetika alat menarik dan ringkas jika diletakkan dalam tanah.

Setelah melalui tahap perancangan dan pernbatasan masalah proses perancangan memasuki tahap analisis dan sintesis. Pada tahap ini akan muncul pemikiran tentang apa yang akan dilakukan supaya alat yang dibuat berfungsi dengan baik.
MACAM-MACAM SENSOR yang DIGUNAKAN
  1. SENSOR SUHU
Sensor suhu adalah alat yang digunakan untuk merubah besaran panas menjadi besaran listrik yang dapat dengan mudah dianalisis besarnya. Ada beberapa metode yang digunakan untuk membuat sensor ini, salah satunya dengan cara menggunakan material yang berubah hambatannya terhadap arus listrik sesuai dengan suhunya.
Sensor ini digunakan untuk mendeteksi suhu disekitar tanaman, apabila suhunya tinggi maka dengan otomatis alat akan mengeluarkan air dan unsur zat hara yang diperlukan agar tanaman karet tidak layu. Kemudian alat ini dapat juga diatur waktunya ketika waktu-waktu penyiraman telah tiba, yaitu pada pagi dan sore hari.


  1. SENSOR CAHAYA/SINAR
Sensor cahaya adalah sensor yang berfungsi mengubah besaran cahaya menjadi intensitas listrik. Dengan kata lain besarnya cahaya yang masuk kedalam area sensor tersebut akan diubah menjadi listrik dan nilainya dapat dihitung. Ada berbagai macam jenis sensor cahaya dan fungsinya, antara lain :

LDR ( light dependent resistor )

LDR adalah sebuah sensor cahaya dimana jika cahaya yang masuk kedalam sensor tersebut semakin sedikit, maka resistansinya akan semakin besar demikian juga sebaliknya jika intensitas cahaya yang masuk semakin banyak maka resistansinya (hambatan) akan semakin sedikit, LDR dihitung dalam satuan ohm.

contoh LDR :
Sensor cahaya pada alat ini dapat digunakan untuk mendeteksi dan mengatur tingkat intensitas cahaya yang diterima oleh tanaman, sehingga kemudian dapat mengatur kinerja yang baik dengan sensor-sensor yang lain pula.

3. SENSOR TEKANAN
 Sensor Tekanan adalah sensor untuk mengukur tekanan suatu zat. Tekanan (p) adalah satuan fisika untuk menyatakan gaya (F) per satuan luas (A). Satuan tekanan sering digunakan untuk mengukur kekuatan dari suatu cairan atau gas.

Satuan tekanan dapat dihubungkan dengan satuan volume (isi) dan suhu. Semakin tinggi tekanan di dalam suatu tempat dengan isi yang sama, maka suhu akan semakin tinggi. Hal ini dapat digunakan untuk menjelaskan mengapa suhu di pegunungan lebih rendah dari pada di dataran rendah, karena di dataran rendah tekanan lebih tinggi.

Akan tetapi pernyataan ini tidak selamanya benar atau terkecuali untuk uap air, uap air jika tekanan ditingkatkan maka akan terjadi perubahan dari gas kembali menjadi cair. (dikutip dari wikipedia : kondensasi). Rumus dari tekanan dapat juga digunakan untuk menerangkan mengapa pisau yang diasah dan permukaannya menipis menjadi tajam. Semakin kecil luas permukaan, dengan gaya yang sama akan dapatkan tekanan yang lebih tinggi.

Prinsip kerja dari sensor tekanan ini adalah mengubah tegangan mekanis menjadi sinyal listrik. kurang ketegangan didasarkan pada prinsip bahwa tahanan pengantar berubah dengan panjang dan luas penampang.

Sensor tekanan pada alat ini digunakan untuk memudahkan air dan zat hara untuk dapat tersalurkan ke permukaan tanah.

  1. SENSOR KELEMBABAN
Kelembaban adalah salah satu faktor yang menentukan kondisi cuaca pada suatu daearah. Kelembaban dapat diukur dengan berbagai macam metode, salah satunya adalah dengan menggunakan sensor kelembaban.
Jenis-jenis kelembaban adalah:
·           Kelembaban absolut
Bilangan yang menunjukkan berapa gram uap air yang tertampung dalam satu meter kubik udara
·           Kelembaban relatif
Bilangan yang menunjukkan berapa persen perbandingan antara uap air yang ada dalam udara saat pengukuran dan jumlah uap air maksimum yang dapat ditampung oleh udara tersebut.
Sensor kelembaban adalah suatu alat ukur yang digunakan untuk membantu dalam proses pengukuran atau pendifinisian yang suatu kelembaban uap air yang terkandung dalam udara.




  1. SENSOR MEKANIS

Sensor Mekanik (Mechanics Sensor) merupakan sensor atau transduser yang digunakan untuk mengetahui, mengukur atau mendeteksi nilai perubahan atau gerakan mekanis dari suatu objek.

Pergerakkan mekanis adalah tindakan yang paling banyak dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, seperti perpindahan suatu benda dari suatu posisi ke posisi lain, kecepatan mobil di jalan raya, dongrak mobil yang dapat mengangkat mobil seberat 10 ton, debit air didalam pipa pesat, tinggi permukaan air dalam tanki. Semua gerak mekanis tersebut pada intinya hanya terdiri dari tiga macam, yaitu gerak lurus, gerak melingkar dan gerak memuntir. Gerak mekanis disebabkan oleh adanya gaya aksi yang dapat menimbulkan gaya reaksi. Banyak cara dilakukan untuk mengetahui atau mengukur gerak mekanis misalnya mengukur jarak atau posisi dengan 30 meter, mengukur kecepatan dengan tachometer, mengukur debit air dengan rotameter dsb.

Sensor pada alat ini digunakan pada alat monitoring yang akan ditanamkan di dalam tanah, agar bisa bekerja optimal maka dapat menggunakan sensor ini.


REFERENSI
 

0 komentar:

:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j: :k: :l: :m: :n:

Posting Komentar