TINJAUAN
PUSTAKA
RANCANG
BANGUN ALAT MONITORING UNTUK PERTUMBUHAN TANAMAN KARET
Karet
Karet
adalah polimer
hidrokarbon
yang terkandung pada lateks beberapa jenis tumbuhan. Sumber utama produksi karet
dalam perdagangan internasional adalah para atau Hevea
brasiliensis (suku Euphorbiaceae). Beberapa tumbuhan lain juga
menghasilkan getah lateks dengan sifat yang sedikit berbeda dari karet, seperti
anggota suku ara-araan
(misalnya beringin),
sawo-sawoan (misalnya getah perca
dan sawo manila),
Euphorbiaceae
lainnya, serta dandelion. Pada masa Perang Dunia II, sumber-sumber ini
dipakai untuk mengisi kekosongan pasokan karet. Sekarang, getah perca dipakai
dalam kedokteran (guttapercha), sedangkan lateks sawo manila biasa dipakai
untuk permen karet
(chicle). Karet industri
sekarang dapat diproduksi secara sintetis dan menjadi saingan dalam industri
perkaretan.
Karet
(termasuk karet alam) merupakan kebutuhan yang vital bagi kehidupan manusia
sehari-hari, hal ini terkait dengan mobilitas manusia dan barang yang
memerlukan komponen yang terbuat dari karet seperti ban kendaraan, conveyor
belt, sabuk transmisi, dock fender, sepatu dan sandal karet.
Kebutuhan
karet alam maupun karet sintetik terus meningkat sejalan dengan meningkatnya
standar hidup manusia. Kebutuhan karet sintetik relatif lebih mudah dipenuhi
karena sumber bahan baku relatif tersedia walaupun harganya mahal, akan tetapi
karet alam dikonsumsi sebagai bahan baku industri tetapi diproduksi sebagai
komoditi perkebunan. Pertumbuhan ekonomi dunia yang pesat pada sepuluh tahun
terakhir, terutama China dan beberapa negara kawasan Asia-Pasifik dan Amerika
Latin.
Selain
dapat diambil lateksnya untuk bahan baku pembuatan aneka barang keperluan
manusia, sebenarnya karet masih memiliki manfaat lain. Manfaat ini walaupun
sekedar sampingan tetapi memberi keuntungan yang tidak sedikit bagi pemilik
perkebunan karet. Hasil sampingan lain dari tanaman karet yang memberi
keuntungan adalah kayu atau batang pohon karet. Biasanya tanaman karet yang tua
perlu diremajakan dan diganti dengan tanaman muda yang masih segar dan berasal
dari klon yang lebih produktif. Tanaman tua yang ditebang dapat dimanfaatkan batangnya
atau diambil kayunya.
PENYAKIT
PADA TANAMAN KARET
Jenis
penyakit yang menyerang tanaman karet adalah
1. Penyakit akar yaitu jamur akar
putih (JAP)
2. Penyakit bidang sadap mouldyrot,
kanker garis, kering alur sadap,
3. Penyakit batang dan cabang yaitu
jamur upas, nekrosis kulit dan
4. Penyakit daun Colletotricum
gloesporioides, Oidium heveae dan Corynerpora cassiicola.
PEMELIHARAAN TANAMAN KARET
(a)
Penyisipan
Penyisipan
terhadap tanaman yang mati sampai dengan umur 3 tahun
di lapangan dapat dilakukan.
(b)
Pemangkasan
Untuk
mendapatkan batang dan bidang sadap yang mulus dan lurus perlu dilakukan
pembuangan tunas-tunas yang tumbuh di batang sampai ketinggian 2,8 m dari
permukaan tanah. Pada saat pemangkasan , batang jangan dibengkokkan dan
pemangkasan rutin dilakukan setiap dua minggu.
(c)
Penyiangan
Untuk
mendapatkan penutupan tanah oleh kacangan secara sempurna, dilakukan penyiangan
baik di areal gawangan maupun di areal stripan tanaman karet .
(d)
Pemupukan
Pemupukan tanaman karet pada
saat TBM ( Tanaman Belum Menghasilkan) bertujuan untuk
mempercepat pertumbuhan tanaman sehingga tanaman
seragam jagur dan akhirnya masa TBM singkat dan produksi pada awal
penyadapan menjadi tinggi.
PERANCANGAN
ALAT
Perancangan adalah kegiatan
awal dari suatu rangkaian kegiatan dalam proses pembuatan produk. Pada tahap
perancangan tersebut dibuat keputusan-keputusan penting yang mempengaruhi
kegiatan lain yang menyusulnya. Dalam melaksanakan tugas merancang, perancang
memakai dan memanfaatkan ilmu dasar, hasil- hasil penelitian, informasi dan
teknologi, yang semuanya dalam versi pengembangan dan kemajuan yang mutakhir.
Dalam proses perancangan akan
menggunakan :
1. Pengetahuan tentang
perancangan
2. Semua pengetahuan yang
terkait dengan produk dan pembuatan produk yang sedang dirancangnya.
Oleh karena tanaman karet merupakan tanaman
yang masih membutuhkan perhatian lebih, maka ingin dibuatlah sebuah rancang
bangun alat monitoring pertumbuhan tanaman karet agar tanaman karet dapat
tumbuh lebih subur dan hasil produksi bisa terus meningkat. Kekurangan unsur
zat hara yang penting untuk tanaman karet menyebabkan produksi karet menjadi
menurun, kemudian dari sinilah ingin bisa mendesain alat agar dapat memonitor
secara otomatis pertumbuhan tanaman karet.
Desain alat rancang bangun monitoring
pertumbuhan tanaman karet adalah dengan menggunakan sensor, diantaranya adalah
sensor suhu, sensor kelembaban, sensor sinar, sensor tekanan, dan sensor
mekanis. Kemudian menggunakan mikrokontroller yang dapat membantu memonitoring
alat ini serta pemrograman agar alat ini bisa berjalan.
Pemecahan masalah harus
memperhatikan kriteria-kriteria dalam perancangan, secara umum kriteria
tersebut dikelompokkan menjadi dua macam yaitu :
1. Kriteria
wajib yaitu ketentuan yang harus dipenuhi dalam rancang bangun ini adalah
sebagia berikut :
1. Mampu memonitoring
pertumbuhan tanaman karet.
2. Mampu memberikan asupan unsu
zat hara yang penting untuk tanaman karet.
3. Alat dapat bekerja secara
otomatis.
4. Hasil produksi karet dapat
lebih berkualitas.
2. Kriteria harapan yaitu
ketentuan yang diinginkan terdapat pada hasil rancang bangun ini sebagai
berikut:
1. Perawatan dan perbaikan
mudah.
2. Komponen-komponen yang
dibutuhkan oleh alat diharapkan dapat dengan mudah didapat di pasaran atau
dibuat dengan biaya yang terjangkau.
4. Penampilan atau estetika alat
menarik dan ringkas jika diletakkan dalam tanah.
Setelah
melalui tahap perancangan dan pernbatasan masalah proses perancangan memasuki
tahap analisis dan sintesis. Pada tahap ini akan muncul pemikiran tentang apa
yang akan dilakukan supaya alat yang dibuat berfungsi dengan baik.
MACAM-MACAM
SENSOR yang DIGUNAKAN
- SENSOR SUHU
Sensor suhu adalah alat yang digunakan
untuk merubah besaran panas menjadi besaran listrik yang dapat dengan mudah
dianalisis besarnya. Ada beberapa metode yang digunakan untuk membuat sensor
ini, salah satunya dengan cara menggunakan material yang berubah hambatannya
terhadap arus listrik sesuai dengan suhunya.
Sensor ini digunakan untuk mendeteksi
suhu disekitar tanaman, apabila suhunya tinggi maka dengan otomatis alat akan
mengeluarkan air dan unsur zat hara yang diperlukan agar tanaman karet tidak
layu. Kemudian alat ini dapat juga diatur waktunya ketika waktu-waktu
penyiraman telah tiba, yaitu pada pagi dan sore hari.
- SENSOR CAHAYA/SINAR
Sensor cahaya adalah sensor yang
berfungsi mengubah besaran cahaya menjadi intensitas listrik. Dengan kata lain
besarnya cahaya yang masuk kedalam area sensor tersebut akan diubah menjadi
listrik dan nilainya dapat dihitung. Ada berbagai macam jenis sensor cahaya dan
fungsinya, antara lain :
LDR ( light dependent resistor )
LDR ( light dependent resistor )
LDR adalah sebuah sensor cahaya dimana jika cahaya yang masuk kedalam sensor tersebut semakin sedikit, maka resistansinya akan semakin besar demikian juga sebaliknya jika intensitas cahaya yang masuk semakin banyak maka resistansinya (hambatan) akan semakin sedikit, LDR dihitung dalam satuan ohm.
contoh LDR :
Sensor cahaya pada alat ini dapat
digunakan untuk mendeteksi dan mengatur tingkat intensitas cahaya yang diterima
oleh tanaman, sehingga kemudian dapat mengatur kinerja yang baik dengan
sensor-sensor yang lain pula.
3. SENSOR TEKANAN
Sensor
Tekanan adalah sensor untuk mengukur tekanan suatu zat. Tekanan (p) adalah
satuan fisika untuk menyatakan gaya (F) per satuan luas (A). Satuan
tekanan sering digunakan untuk mengukur kekuatan dari suatu cairan atau gas.
Satuan tekanan dapat dihubungkan dengan satuan volume (isi) dan suhu. Semakin tinggi tekanan di dalam suatu tempat dengan isi yang sama, maka suhu akan semakin tinggi. Hal ini dapat digunakan untuk menjelaskan mengapa suhu di pegunungan lebih rendah dari pada di dataran rendah, karena di dataran rendah tekanan lebih tinggi.
Satuan tekanan dapat dihubungkan dengan satuan volume (isi) dan suhu. Semakin tinggi tekanan di dalam suatu tempat dengan isi yang sama, maka suhu akan semakin tinggi. Hal ini dapat digunakan untuk menjelaskan mengapa suhu di pegunungan lebih rendah dari pada di dataran rendah, karena di dataran rendah tekanan lebih tinggi.
Akan tetapi pernyataan ini tidak selamanya benar atau terkecuali untuk uap air, uap air jika tekanan ditingkatkan maka akan terjadi perubahan dari gas kembali menjadi cair. (dikutip dari wikipedia : kondensasi). Rumus dari tekanan dapat juga digunakan untuk menerangkan mengapa pisau yang diasah dan permukaannya menipis menjadi tajam. Semakin kecil luas permukaan, dengan gaya yang sama akan dapatkan tekanan yang lebih tinggi.
Prinsip
kerja dari sensor
tekanan ini adalah mengubah tegangan mekanis menjadi sinyal
listrik. kurang ketegangan didasarkan pada prinsip bahwa tahanan pengantar
berubah dengan panjang dan luas penampang.
Sensor
tekanan pada alat ini digunakan untuk memudahkan air dan zat hara untuk dapat tersalurkan
ke permukaan tanah.
- SENSOR KELEMBABAN
Kelembaban adalah salah satu faktor yang
menentukan kondisi cuaca pada suatu daearah. Kelembaban dapat diukur dengan berbagai
macam metode, salah satunya adalah dengan menggunakan sensor kelembaban.
Jenis-jenis
kelembaban adalah:
· Kelembaban absolut
Bilangan yang
menunjukkan berapa gram uap air yang tertampung dalam satu meter kubik udara
· Kelembaban relatif
Bilangan yang
menunjukkan berapa persen perbandingan antara uap air yang ada dalam udara saat
pengukuran dan jumlah uap air maksimum yang dapat ditampung oleh udara
tersebut.
Sensor kelembaban adalah suatu alat ukur yang digunakan untuk membantu dalam proses pengukuran
atau pendifinisian yang suatu kelembaban uap air yang terkandung dalam udara.
- SENSOR MEKANIS
Sensor
Mekanik (Mechanics Sensor) merupakan sensor atau transduser yang digunakan
untuk mengetahui, mengukur atau mendeteksi nilai perubahan atau gerakan mekanis
dari suatu objek.
Pergerakkan mekanis adalah tindakan yang paling banyak dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, seperti perpindahan suatu benda dari suatu posisi ke posisi lain, kecepatan mobil di jalan raya, dongrak mobil yang dapat mengangkat mobil seberat 10 ton, debit air didalam pipa pesat, tinggi permukaan air dalam tanki. Semua gerak mekanis tersebut pada intinya hanya terdiri dari tiga macam, yaitu gerak lurus, gerak melingkar dan gerak memuntir. Gerak mekanis disebabkan oleh adanya gaya aksi yang dapat menimbulkan gaya reaksi. Banyak cara dilakukan untuk mengetahui atau mengukur gerak mekanis misalnya mengukur jarak atau posisi dengan 30 meter, mengukur kecepatan dengan tachometer, mengukur debit air dengan rotameter dsb.
Sensor pada alat ini digunakan pada alat monitoring yang akan ditanamkan di dalam tanah, agar bisa bekerja optimal maka dapat menggunakan sensor ini.
REFERENSI
0 komentar:
Posting Komentar